Ketika sebuah kapal merapat ke dermaga, ada banyak komponen yang bekerja untuk menjaga posisi kapal tetap terkendali. Salah satunya adalah bollard dermaga, yaitu perangkat yang menjadi titik tambat bagi tali kapal. Meskipun bentuknya terlihat sederhana, bollard merupakan bagian dari sistem tambat yang menerima gaya dari tali ketika kapal mengalami pergerakan selama berada di area dermaga.
Salah satu model yang banyak digunakan untuk kebutuhan tersebut adalah Tee Bollard atau Tee Head Bollard. Sesuai namanya, bollard ini memiliki kepala dengan bentuk menyerupai huruf T. Dibandingkan beberapa model bollard lain, bentuk badan Tee Bollard cenderung pendek dengan bagian kepala yang melebar. Desain tersebut memberikan area untuk penempatan tali dan dapat digunakan pada konfigurasi tambat dengan sudut tali tertentu.
Mahameru Bollard Dermaga Tipe Tee atau MPM Tee Head Bollard merupakan salah satu produk bollard dermaga yang ditujukan untuk kebutuhan penambatan tali kapal pada fasilitas dermaga dan pelabuhan. Pada artikel sebelumnya, Tee Bollard dijelaskan sebagai bollard dengan bentuk relatif pendek tetapi tetap digunakan sebagai patok penambatan tali kapal ketika kapal sedang sandar.
Dalam penggunaannya, Tee Bollard tidak bekerja sendirian. Tali kapal yang terhubung ke bollard akan meneruskan gaya akibat pergerakan kapal, angin, arus, gelombang, maupun kondisi operasional lainnya. Gaya tersebut kemudian diteruskan melalui badan bollard dan sistem anchor menuju struktur dermaga.
Karena itu, ketika berbicara tentang bollard dermaga, pembahasannya sebenarnya bukan hanya mengenai bentuk besi cor yang terlihat di atas lantai dermaga. Kapasitas bollard, konfigurasi tali, posisi pemasangan, sistem anchor, dan kemampuan struktur dermaga semuanya perlu dilihat sebagai satu kesatuan.

Mengenal Tee Bollard Dermaga
Secara sederhana, Tee Bollard adalah perangkat tambat berbentuk seperti huruf T yang dipasang pada struktur dermaga sebagai tempat mengikat tali kapal. Bagian kepala yang melebar memberikan area bagi tali untuk ditempatkan sehingga bollard dapat digunakan dalam konfigurasi tambat yang sesuai dengan desain fasilitas.
Bentuk tersebut membuat Tee Bollard mempunyai karakter yang berbeda dibandingkan model seperti Bitt Bollard, Curve Bollard, maupun Staghorn Bollard. Perbedaannya bukan hanya pada tampilan, tetapi juga pada cara tali ditempatkan dan bagaimana bollard digunakan dalam konfigurasi sistem tambat.
Tee Bollard diperkenalkan sebagai model yang lebih pendek dibandingkan beberapa jenis bollard lainnya. Penjelasan tersebut masih relevan sebagai pengenalan produk, tetapi dalam pemilihan produk di lapangan, bentuk fisik sebaiknya tidak menjadi satu-satunya pertimbangan.
Hal yang lebih penting adalah bagaimana bentuk tersebut sesuai dengan kebutuhan tambat kapal.
Misalnya, posisi bollard terhadap garis sandar akan memengaruhi arah tali. Begitu pula jarak antara bollard dan kapal, jumlah tali yang ditambatkan, sudut tali, serta kondisi lingkungan di sekitar dermaga. Pada fasilitas tertentu, bollard juga harus ditempatkan sedemikian rupa agar tidak mengganggu jalur crane, kendaraan, maupun aktivitas bongkar muat.
PIANC dalam panduannya mengenai mooring kapal besar juga menyoroti bahwa posisi bollard terhadap garis sandar dapat memengaruhi geometri tali. Bollard yang berada terlalu dekat dengan garis sandar dapat menghasilkan tali yang relatif pendek dan sudut tali yang lebih curam. Kondisi seperti ini perlu dipertimbangkan dalam penilaian sistem tambat.
Dengan kata lain, Tee Bollard yang tepat bukan sekadar bollard yang memiliki kapasitas besar, tetapi bollard yang kapasitas dan konfigurasinya sesuai dengan kebutuhan sistem tambat pada fasilitas tersebut.
Fungsi Tee Bollard pada Dermaga
Fungsi utama Tee Bollard adalah sebagai titik penambatan tali kapal. Ketika kapal berada di dermaga, tali tambat dihubungkan dari kapal menuju bollard yang berada di sepanjang sisi dermaga. Tali tersebut membantu menjaga posisi kapal agar tetap berada pada area tambat yang telah ditentukan.
Kondisi kapal ketika sandar sebenarnya tidak sepenuhnya statis. Kapal dapat mengalami pergerakan kecil akibat angin, arus, gelombang, perubahan muka air, maupun aktivitas kapal lain di sekitar fasilitas. Pergerakan tersebut akan menghasilkan gaya pada sistem mooring.
Di sinilah bollard memiliki peran penting.
Gaya yang diteruskan melalui tali akan diterima oleh bollard. Selanjutnya, beban tersebut diteruskan melalui badan bollard dan sistem pengikatnya ke struktur dermaga. Karena itu, kemampuan sebuah bollard tidak dapat dipisahkan dari bagaimana bollard tersebut dipasang.
Pada kondisi tertentu, persoalannya bahkan bukan hanya apakah bollard mampu menahan gaya, tetapi apakah seluruh jalur beban dari tali → bollard → anchor → beton/struktur dermaga mampu bekerja sesuai desain.
Inilah alasan mengapa kapasitas bollard sering kali perlu dipahami sebagai bagian dari sistem, bukan sekadar angka yang tercetak pada produk.
PIANC mencatat bahwa persoalan keselamatan mooring pada kapal besar dapat melibatkan berbagai komponen, termasuk bollard, mooring line, winch, kondisi angin dan gelombang, serta konfigurasi sistem tambat. Bahkan, insiden mooring tidak selalu disebabkan oleh bollard yang gagal; komponen lain dalam sistem juga dapat mengalami overload.
Bagi pengguna atau pihak pengadaan, pemahaman ini penting karena membantu menghindari cara memilih produk yang terlalu sederhana, misalnya hanya dengan mengatakan, “kapalnya sekian ton, berarti bollard-nya harus sekian ton.”

Mengapa Menggunakan Bollard Tipe Tee?
Salah satu alasan Tee Bollard digunakan adalah karakter bentuk kepalanya yang menyediakan area tambat yang cukup luas untuk tali kapal. Bagian kepala yang melintang dapat memberikan fleksibilitas dalam penempatan tali sesuai konfigurasi tambat yang dirancang.
Karakter tersebut juga membuat Tee Bollard dapat digunakan pada kebutuhan dengan sudut tali yang relatif lebih curam, tergantung desain produk dan konfigurasi sistem mooring. Produk Tee Bollard komersial di industri marine, misalnya, memang ditawarkan untuk kebutuhan umum dengan variasi kapasitas dan disebut sesuai untuk aplikasi dengan sudut tali yang lebih curam.
Namun, hal ini tidak berarti bahwa semua Tee Bollard dapat digunakan pada sudut atau kondisi apa pun.
Setiap desain memiliki batas penggunaan yang harus mengikuti spesifikasi produk. Sudut tali, arah gaya, kapasitas bollard, jumlah tali, posisi bollard, dan kemampuan struktur pendukung tetap harus diperhatikan.
Karena itu, bentuk Tee pada sebuah bollard sebaiknya dipandang sebagai karakteristik desain, bukan sebagai jaminan bahwa produk tersebut otomatis cocok untuk semua konfigurasi dermaga.
Tee Bollard sebagai Bagian dari Sistem Mooring
Sering kali ketika melihat bollard di dermaga, perhatian hanya tertuju pada komponen yang terlihat di permukaan beton. Padahal, bagian yang berada di bawah permukaan juga mempunyai peranan penting.
Tee Bollard menerima gaya dari tali kapal. Gaya tersebut kemudian diteruskan menuju sistem anchor dan akhirnya masuk ke struktur dermaga. Apabila salah satu bagian dari rangkaian tersebut tidak dirancang dengan tepat, kapasitas nominal bollard saja tidak cukup untuk menjamin kinerja sistem.
Bayangkan sebuah bollard memiliki kapasitas yang tinggi, tetapi anchor yang digunakan tidak sesuai atau struktur beton di sekitarnya tidak mampu menerima beban. Dalam kondisi seperti itu, mengganti bollard dengan kapasitas yang lebih besar belum tentu menyelesaikan persoalan.
Karena itu, untuk kebutuhan pengadaan maupun penggantian bollard existing, informasi mengenai kapasitas, dimensi, pola anchor, kondisi struktur, dan konfigurasi pemasangan menjadi sangat penting.
Pendekatan seperti ini juga sejalan dengan perkembangan praktik desain fasilitas mooring. PIANC saat ini menempatkan penilaian Safe Working Load (SWL) dan kondisi sistem tambat sebagai bagian penting dalam memahami keselamatan mooring kapal.
Bentuk Tee Bollard dan Cara Kerjanya di Lapangan
Jika dilihat secara visual, Tee Bollard terdiri dari badan yang terhubung dengan bagian kepala yang melebar ke kedua sisi. Bentuk tersebut memberikan bidang tempat tali dapat dililitkan atau ditempatkan sesuai metode penambatan yang digunakan.
Ketika kapal berada pada posisi tambat, tali kapal akan menerima gaya sesuai arah pergerakan kapal. Tali kemudian memberikan gaya pada bollard melalui titik kontaknya. Bollard harus mampu menerima gaya tersebut sesuai kapasitas yang ditentukan, sementara anchor dan struktur dermaga meneruskan gaya ke bagian struktur yang lebih besar.
Karena itu, bentuk bollard sebenarnya berkaitan langsung dengan geometri sistem tambat.
Posisi bollard yang terlalu dekat atau terlalu jauh dari garis sandar, misalnya, dapat mengubah sudut tali. Sudut tersebut kemudian memengaruhi bagaimana gaya bekerja pada bollard dan sistem pendukungnya.
Pada dermaga yang melayani kapal dengan ukuran berbeda-beda, pengaturan posisi bollard juga menjadi bagian dari desain fasilitas. Data kapal seperti panjang, lebar, draft, karakteristik operasional, serta konfigurasi mooring dapat menjadi input penting dalam menentukan kebutuhan fasilitas tambat. PIANC menyediakan data karakteristik kapal berdasarkan berbagai tipe dan ukuran kapal untuk kebutuhan perencanaan infrastruktur marine.
Jadi, meskipun Tee Bollard merupakan produk yang terlihat sederhana, penggunaannya sebenarnya berada dalam konteks engineering yang cukup luas.

Tee Bollard Bukan Sekadar “Patok Tali Kapal”
Istilah “patok tali kapal” cukup mudah digunakan untuk menjelaskan bollard kepada pembaca awam. Namun, dalam konteks teknis, fungsi bollard jauh lebih penting daripada sekadar tempat mengikat tali.
Bollard merupakan salah satu titik tempat gaya dari sistem mooring diteruskan menuju struktur dermaga. Karena itu, kapasitas dan pemasangannya harus dipertimbangkan dengan serius.
Hal tersebut menjadi semakin penting pada fasilitas yang melayani kapal besar. Semakin besar kapal dan semakin kompleks kondisi lingkungannya, semakin penting pula memastikan bahwa konfigurasi mooring dirancang dengan tepat.
PIANC bahkan menerbitkan panduan khusus Mooring of Large Ships at Quay Walls pada Januari 2025 karena perkembangan ukuran kapal dan persoalan keselamatan mooring membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh. Panduan tersebut membahas antara lain SWL bollard, mooring line, wind loading, waves, passing ships, dan assessment sistem mooring.
Dengan demikian, pembaca yang sedang mencari Tee Bollard dermaga sebaiknya tidak hanya mempertanyakan harga dan ukuran produk. Pertanyaan yang sama pentingnya adalah: berapa kapasitas yang dibutuhkan, bagaimana bollard akan dipasang, seperti apa konfigurasi tali, dan apakah struktur dermaga mendukung kebutuhan tersebut?
Tee Bollard, Curve Bollard, Bitt Bollard, dan Staghorn Bollard
Tee Bollard merupakan salah satu dari berbagai bentuk bollard yang digunakan pada fasilitas pelabuhan.
empat model yang dibahas adalah Bitt Bollard, Harbour/Curve Bollard, Tee Bollard, dan Staghorn Bollard. Pembagian tersebut tetap dapat dipertahankan karena membantu pembaca memahami bahwa bollard memiliki berbagai bentuk dan masing-masing mempunyai karakteristik penggunaan yang berbeda.
Bitt Bollard mempunyai bentuk yang lebih sederhana dan vertikal. Curve atau Harbour Bollard memiliki bagian kepala dengan bentuk melengkung yang berbeda dari Tee Bollard. Sementara itu, Staghorn Bollard memiliki bentuk bercabang menyerupai tanduk.
Sedangkan Tee Bollard mempunyai kepala yang melebar ke samping sehingga tampak menyerupai huruf T.
Perbedaan tersebut bukan semata-mata dibuat untuk membedakan tampilan produk. Geometri setiap bollard berhubungan dengan bagaimana tali kapal ditempatkan dan bagaimana bollard tersebut digunakan dalam sistem tambat.
Oleh sebab itu, ketika menentukan jenis bollard untuk sebuah dermaga, sebaiknya pertimbangkan konfigurasi mooring dan kebutuhan fasilitas terlebih dahulu, kemudian pilih tipe bollard yang sesuai.
Tee Bollard untuk Berbagai Kebutuhan Dermaga
Kebutuhan bollard pada setiap dermaga tidak selalu sama. Dermaga untuk kapal kecil tentu mempunyai kebutuhan berbeda dengan terminal yang melayani kapal komersial berukuran besar.
Tee Bollard sendiri digunakan dalam berbagai aplikasi marine, mulai dari fasilitas komersial, ferry dan Ro-Ro, terminal container, fishing wharf, fasilitas industri, hingga jetty dan marina, dengan kapasitas serta konfigurasi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing fasilitas.
Dalam konteks pengadaan di Indonesia, kebutuhan juga dapat berbeda antara pembangunan dermaga baru dan pekerjaan penggantian bollard lama.
Pada dermaga baru, bollard biasanya direncanakan bersamaan dengan struktur dan sistem anchor. Sementara pada pekerjaan penggantian, kondisi existing menjadi faktor yang sangat penting karena dimensi dan pola lubang anchor bollard lama belum tentu sama dengan produk pengganti.
Hal tersebut membuat proses pengadaan sebaiknya tidak hanya berangkat dari nama produk.
Misalnya, permintaan “Tee Bollard 100 ton” memang sudah memberikan gambaran awal, tetapi masih belum menjawab semua kebutuhan teknis. Untuk memberikan penawaran yang lebih tepat, informasi mengenai jumlah unit, drawing, dimensi, pola anchor, dan kebutuhan lokasi pemasangan akan sangat membantu.

Memahami Kapasitas Tee Bollard
Satu hal yang perlu diluruskan sejak awal adalah penggunaan satuan ton pada bollard.
Ketika sebuah produk disebut sebagai Tee Bollard 25 ton, 50 ton, 100 ton, atau 200 ton, angka tersebut bukan menunjukkan berat fisik bollard.
kapasitas yang disebutkan pada bollard mengacu pada kemampuan menerima beban tarik, bukan berat bollard ketika ditimbang. Artikel tersebut memberikan contoh bahwa bollard dengan kapasitas 25 ton dapat memiliki berat fisik yang jauh berbeda dari angka 25 ton tersebut.
Namun, untuk pembahasan yang lebih teknis, istilah SWL atau Safe Working Load sebaiknya digunakan ketika membicarakan beban kerja aman sebuah bollard.
Ini penting karena pembaca dapat saja mengartikan “100 ton” sebagai kemampuan absolut produk untuk menerima gaya apa pun. Padahal, kondisi penggunaan, arah gaya, konfigurasi mooring, sistem anchor, dan struktur pendukung semuanya berpengaruh terhadap bagaimana bollard bekerja.
Jadi, angka kapasitas sebaiknya selalu dibaca bersama dengan spesifikasi produk dan kebutuhan desain fasilitas.
Apa yang Membuat Tee Bollard Harus Dipilih dengan Tepat?
Dalam pengadaan, ada kecenderungan untuk melihat tiga hal terlebih dahulu: tipe, kapasitas, dan harga.
Ketiganya memang penting, tetapi belum cukup.
Tee Bollard yang sesuai perlu mempertimbangkan bagaimana produk tersebut akan digunakan. Jika bollard akan dipasang pada dermaga baru, maka detail struktur dan anchor dapat direncanakan sejak awal. Jika digunakan sebagai pengganti bollard existing, maka kondisi bollard lama, pola lubang anchor, kondisi beton, dan ruang pemasangan perlu diperiksa.
Begitu pula dengan kapasitas. Kapasitas yang terlalu kecil dapat menjadi masalah karena tidak memenuhi kebutuhan sistem tambat. Namun memilih kapasitas jauh lebih besar tanpa mempertimbangkan struktur pendukung juga bukan pendekatan yang tepat.
Dengan kata lain, pemilihan Tee Bollard sebaiknya dimulai dari kebutuhan lapangan, bukan dari katalog semata.

Material yang Digunakan pada Tee Bollard
Salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika memilih Tee Bollard adalah material pembuatannya. Tee Bollard dijelaskan menggunakan cast iron atau besi cor, dengan badan bollard yang diperkuat dan dipasang menggunakan anchor bolt pada struktur beton dermaga.
Besi cor banyak digunakan untuk berbagai komponen marine karena dapat dibentuk menjadi geometri yang relatif kompleks dan memiliki karakteristik yang sesuai untuk pembuatan bollard dengan ukuran serta kapasitas tertentu.
Namun, material bukan satu-satunya faktor yang menentukan apakah sebuah bollard sesuai untuk digunakan pada dermaga.
Dalam praktiknya, pemilihan material perlu dilihat bersama dengan kapasitas desain, metode pengecoran atau fabrikasi, dimensi produk, kualitas material, perlindungan terhadap lingkungan, serta detail pemasangan. Untuk fasilitas yang berada di lingkungan laut, paparan air asin, kelembapan, dan kondisi atmosfer juga perlu menjadi bagian dari pertimbangan.
Pada produk bollard di pasaran, selain cast iron juga dapat ditemukan cast steel dan material besi cor lainnya sesuai desain produk dan kebutuhan kapasitas. Beberapa produsen marine bollard, misalnya, menyediakan Tee Bollard dalam pilihan ductile cast iron maupun cast steel dengan variasi kapasitas.
Artinya, istilah “Tee Bollard” menentukan bentuk dan tipe bollard, sedangkan material, kapasitas, dimensi, dan sistem pemasangannya merupakan spesifikasi yang harus ditentukan lebih lanjut.
Material Bukan Satu-Satunya Penentu Kekuatan
Membicarakan bollard sering kali langsung mengarah pada pertanyaan, “Bahannya apa?”
Pertanyaan tersebut memang penting, tetapi belum cukup untuk menentukan kemampuan sebuah bollard.
Dua bollard yang memiliki bentuk sama dan material yang sama belum tentu memiliki kapasitas yang sama. Perbedaan dimensi, ketebalan bagian tertentu, desain kepala bollard, proses produksi, kualitas material, serta konfigurasi anchor dapat menghasilkan kemampuan kerja yang berbeda.
Begitu pula sebaliknya, bollard dengan kapasitas nominal tinggi tetap membutuhkan struktur pendukung yang sesuai.
Karena itu, ketika melakukan pengadaan Tee Bollard, informasi seperti material, kapasitas/SWL, dimensi, berat, detail anchor, dan drawing sebaiknya dilihat sebagai satu paket spesifikasi.
Pendekatan ini juga membantu ketika bollard digunakan untuk pekerjaan penggantian. Produk baru harus dapat disesuaikan dengan kondisi existing atau, bila diperlukan, disertai penyesuaian pada sistem anchor dan struktur pendukung.
Kapasitas Tee Bollard
Tee Bollard tersedia dalam berbagai kapasitas. Besarnya kapasitas dipilih berdasarkan kebutuhan sistem tambat pada fasilitas yang bersangkutan.
kapasitas Tee Bollard yang dicantumkan berada dalam beberapa rentang, mulai dari 10–15 ton hingga 150–200 ton.
Rentang tersebut dapat disusun sebagai berikut:
| Kapasitas Tee Bollard | Kebutuhan Umum |
| 10–15 ton | Kebutuhan tambat dengan beban relatif ringan |
| 15–25 ton | Fasilitas dengan kebutuhan tambat ringan–menengah |
| 30–50 ton | Kebutuhan tambat menengah |
| 50–80 ton | Kebutuhan tambat menengah–tinggi |
| 75–100 ton | Kebutuhan tambat tinggi |
| 100–150 ton | Kebutuhan tambat dengan beban lebih besar |
| 150–200 ton | Kebutuhan tambat berkapasitas tinggi |
Kapasitas bollard juga jangan disamakan dengan berat fisik produk. Tee Bollard dengan kapasitas 100 ton tidak berarti memiliki berat 100 ton. Angka ton pada kapasitas menunjukkan kemampuan beban kerja yang menjadi dasar penggunaan bollard, sedangkan berat fisik produk merupakan parameter yang berbeda.

Apa Arti “Tee Bollard 100 Ton”?
Istilah seperti Tee Bollard 50 Ton atau Tee Bollard 100 Ton cukup umum digunakan dalam permintaan pengadaan. Tetapi angka tersebut perlu dipahami secara teknis.
Dalam dokumen engineering, istilah Safe Working Load (SWL) lebih tepat digunakan untuk menggambarkan beban kerja aman yang diperbolehkan pada bollard sesuai desainnya.
Jadi, apabila sebuah bollard disebut memiliki kapasitas 100 ton, jangan langsung mengartikannya sebagai:
“Bollard ini pasti aman menerima gaya 100 ton dari arah mana pun.”
Kondisi sebenarnya lebih kompleks.
Arah gaya dari mooring line, sudut tali, jumlah tali yang bekerja, konfigurasi bollard, kondisi anchor, dan struktur dermaga semuanya dapat memengaruhi beban yang diterima.
Itulah sebabnya pemilihan bollard tidak cukup hanya dengan melihat angka kapasitas pada katalog.
Spesifikasi Tee Bollard
Selain kapasitas, terdapat beberapa parameter lain yang perlu diperhatikan ketika menentukan Tee Bollard untuk kebutuhan dermaga.
1. Kapasitas atau SWL
Kapasitas merupakan salah satu parameter utama karena menentukan batas beban kerja yang dapat diterima bollard sesuai desain.
Kapasitas harus disesuaikan dengan kebutuhan sistem mooring. Jangan hanya menentukan berdasarkan asumsi bahwa kapal yang lebih besar selalu membutuhkan bollard dengan angka kapasitas yang sama dengan berat kapal.
Beban pada bollard berasal dari sistem mooring dan kondisi lingkungan, bukan sekadar dari displacement kapal.
2. Dimensi Bollard
Dimensi menentukan apakah produk dapat ditempatkan dengan baik pada area yang tersedia.
Beberapa ukuran yang perlu diperhatikan antara lain:
- tinggi bollard;
- diameter atau lebar badan;
- dimensi kepala Tee;
- base dimension;
- posisi lubang anchor;
- dan kebutuhan ruang di sekitar bollard.
Dimensi juga sangat penting pada pekerjaan replacement.
Bollard pengganti yang memiliki kapasitas sesuai tetapi pola anchor berbeda belum tentu dapat langsung dipasang pada posisi bollard existing.
3. Berat Produk
Berat Tee Bollard diperlukan terutama untuk kebutuhan transportasi, handling, lifting, dan pemasangan.
Parameter ini berbeda dengan kapasitas bollard.
Sebuah bollard dapat memiliki kapasitas puluhan atau ratusan ton, tetapi berat fisiknya hanya sebagian dari angka tersebut.
4. Anchor Bolt
Anchor bolt merupakan bagian penting dari sistem pemasangan.
Bollard harus terhubung dengan struktur dermaga melalui sistem anchor yang sesuai. Anchor bolt disebut sebagai bagian yang menghubungkan bollard dengan struktur beton dan tulangan pada dermaga.
Karena itu, spesifikasi anchor sebaiknya tidak dianggap sebagai aksesori tambahan yang tidak berkaitan dengan kapasitas bollard.
5. Detail Base dan Mounting
Bentuk dasar bollard menentukan bagaimana produk ditempatkan pada struktur dermaga.
Pada proyek baru, detail tersebut biasanya dapat direncanakan sejak tahap desain. Sementara pada pekerjaan penggantian, detail existing perlu diperiksa terlebih dahulu.
Beberapa Tee Bollard komersial tersedia dengan metode cast-in maupun bolt-on mounting, tergantung desain produknya.
Jadi, metode pemasangan tidak boleh diasumsikan sama untuk seluruh produk Tee Bollard.
Empat Jenis Bollard yang Digunakan pada Dermaga
Selain Tee Bollard, terdapat beberapa bentuk bollard lain yang umum digunakan pada fasilitas pelabuhan.
Masing-masing memiliki bentuk kepala dan karakteristik penggunaan yang berbeda.
1. Bitt Bollard
Bitt Bollard memiliki bentuk yang relatif sederhana dengan badan vertikal. Secara visual, bentuknya menyerupai huruf I atau tiang dengan bagian atas yang digunakan sebagai area tambat.
Bitt Bollard dijelaskan sebagai salah satu tipe bollard yang dapat digunakan pada dermaga dan memiliki karakter yang relatif sederhana. Artikel tersebut juga mengaitkan pemilihannya dengan kondisi lingkungan seperti angin dan gelombang.
Dalam praktiknya, pemilihan Bitt Bollard tetap perlu mempertimbangkan konfigurasi mooring, kapasitas, dan kondisi fasilitas.
2. Harbour Bollard / Curve Bollard
Curve Bollard memiliki bagian kepala dengan bentuk yang lebih melengkung dibandingkan Bitt Bollard.
Artikel lama menggambarkan bentuk Harbour Bollard dari bagian atas sebagai bentuk menyerupai segitiga dan menjelaskan penggunaannya untuk membantu menahan tali terhadap pergerakan kapal.
Bentuk kepala tersebut memberikan karakter tersendiri terhadap bagaimana tali ditempatkan pada bollard.
Namun, sama seperti tipe lainnya, bentuk Curve Bollard tidak dapat dipisahkan dari konfigurasi mooring secara keseluruhan.
3. Tee Bollard
Inilah tipe yang menjadi fokus utama artikel ini.
Tee Bollard memiliki kepala yang melebar ke kedua sisi sehingga secara visual menyerupai huruf T. Bentuk kepala tersebut menyediakan area untuk penempatan tali dan dapat digunakan pada konfigurasi tambat dengan sudut tali tertentu.
Pada produk komersial, Tee Bollard juga tersedia dalam berbagai kapasitas dan dapat digunakan pada sejumlah fasilitas marine, termasuk terminal industri, bulk terminal, ferry/Ro-Ro, container terminal, fishing facility, dan marina, tergantung spesifikasi produknya.
Karena itu, Tee Bollard tidak terbatas pada satu jenis dermaga saja.
Yang lebih penting adalah memastikan kapasitas, dimensi, metode pemasangan, dan konfigurasi mooring sesuai dengan kebutuhan fasilitas.
4. Staghorn Bollard
Staghorn Bollard mempunyai bentuk kepala yang menyerupai tanduk atau cabang. Bentuk tersebut memberikan beberapa area kontak untuk penempatan tali.
Staghorn Bollard digambarkan memiliki bentuk seperti tanduk dan disebut memiliki rentang kapasitas sekitar 5–200 ton.
Karakter bentuk Staghorn membuatnya berbeda secara visual dari Tee Bollard. Namun, prinsip pemilihannya tetap sama: kapasitas dan bentuk harus disesuaikan dengan kebutuhan sistem tambat dan kondisi pemasangan.
Perbandingan Bentuk Bollard
Secara sederhana, keempat tipe tersebut dapat dibedakan berdasarkan karakter bentuknya:
| Jenis Bollard | Karakter Bentuk | Pertimbangan Utama |
| Bitt Bollard | Tiang vertikal dengan kepala sederhana | Konfigurasi tali dan kebutuhan tambat |
| Curve / Harbour | Kepala melengkung | Posisi dan arah tali |
| Tee Bollard | Kepala melebar seperti huruf T | Ruang penempatan tali dan sudut mooring |
| Staghorn Bollard | Kepala bercabang seperti tanduk | Konfigurasi tali dan kapasitas |
Tabel ini bukan berarti satu tipe secara otomatis lebih baik daripada tipe lainnya.
Bollard yang tepat adalah bollard yang sesuai dengan kebutuhan fasilitas.
Dermaga dengan kondisi yang berbeda dapat membutuhkan tipe bollard yang berbeda pula. Karena itu, pemilihan produk sebaiknya tidak hanya berdasarkan bentuk yang terlihat paling kokoh atau kapasitas paling besar.

Aplikasi Tee Bollard pada Fasilitas Pelabuhan
Tee Bollard dapat digunakan pada berbagai jenis fasilitas yang membutuhkan titik tambat kapal.
Contohnya antara lain:
- dermaga pelabuhan umum;
- jetty;
- terminal kapal;
- fasilitas industri;
- bulk terminal;
- container terminal;
- ferry terminal;
- Ro-Ro terminal;
- fishing harbour;
- dan fasilitas marine lainnya.
Produsen bollard internasional juga mencantumkan berbagai aplikasi tersebut pada produk Tee Bollard dengan variasi kapasitas dan material.
Namun, daftar aplikasi tersebut tidak berarti bahwa satu desain Tee Bollard dapat digunakan begitu saja pada seluruh fasilitas.
Kebutuhan sebuah jetty untuk kapal kecil tentu berbeda dengan terminal yang melayani kapal komersial berukuran besar. Bahkan pada fasilitas yang sama, posisi bollard yang berbeda dapat mempunyai kebutuhan beban yang berbeda tergantung konfigurasi mooring.
Tee Bollard untuk Dermaga Baru dan Penggantian Bollard Existing
Ada dua kondisi yang cukup berbeda dalam pengadaan Tee Bollard.
Pertama adalah pembangunan dermaga baru.
Pada kondisi ini, bollard dapat direncanakan sejak awal bersama struktur dermaga. Posisi bollard, sistem anchor, dimensi base, dan kebutuhan reinforcement dapat disesuaikan dengan desain struktur.
Kondisi kedua adalah penggantian bollard existing.
Pada pekerjaan replacement, situasinya lebih kompleks karena struktur dermaga sudah tersedia.
Bollard baru perlu diperiksa terhadap:
- dimensi bollard lama;
- posisi anchor;
- jumlah anchor;
- ukuran anchor;
- kondisi beton;
- kondisi tulangan;
- elevasi pemasangan;
- dan ruang yang tersedia.
Kenapa Kapasitas Besar Tidak Selalu Berarti Lebih Baik?
Ada kecenderungan dalam pengadaan komponen marine untuk berpikir bahwa semakin besar kapasitas, semakin aman.
Padahal, pendekatan tersebut tidak selalu tepat.
Misalnya sebuah dermaga membutuhkan bollard dengan kapasitas tertentu berdasarkan desain sistem mooring. Memilih bollard dengan kapasitas jauh lebih tinggi tidak otomatis membuat keseluruhan sistem menjadi lebih aman apabila struktur pendukung, anchor, dan konfigurasi mooring tidak dirancang untuk kebutuhan tersebut.
Sebaliknya, menggunakan bollard dengan kapasitas yang terlalu rendah tentu dapat menjadi masalah karena tidak memenuhi kebutuhan desain.
Karena itu, prinsip yang lebih tepat adalah:
Pilih kapasitas berdasarkan kebutuhan sistem, bukan sekadar memilih angka terbesar yang tersedia.
Hal ini juga menjadi alasan mengapa informasi mengenai SWL, drawing, anchor detail, dan struktur pendukung penting sebelum menentukan produk.

Cara Memasang Tee Bollard pada Dermaga
Pemasangan Tee Bollard perlu diperhatikan sejak awal karena bollard bukan hanya komponen yang diletakkan di atas permukaan beton. Setelah tali kapal memberikan gaya pada bollard, gaya tersebut akan diteruskan melalui sistem anchor menuju struktur dermaga.
Artinya, kemampuan Tee Bollard dalam menerima beban harus didukung oleh sistem pemasangan yang sesuai.
Pada pembangunan dermaga baru, posisi dan sistem pemasangan bollard idealnya sudah ditentukan bersamaan dengan perencanaan struktur. Anchor, base bollard, tulangan, serta bagian struktur beton yang menerima beban perlu dipersiapkan agar bollard dapat terpasang sesuai desain.
Sementara itu, pada pekerjaan penggantian bollard existing, kondisi di lapangan menjadi pertimbangan tambahan. Bollard lama dapat memiliki pola anchor, ukuran base, atau konfigurasi pemasangan yang berbeda dengan produk baru.
Karena itu, pekerjaan replacement sebaiknya diawali dengan pemeriksaan kondisi existing sebelum produk ditentukan secara final.
Peran Anchor Bolt pada Tee Bollard
Anchor bolt merupakan salah satu bagian penting dalam pemasangan Tee Bollard.
Secara sederhana, anchor berfungsi menghubungkan bollard dengan struktur pendukungnya. Ketika bollard menerima gaya dari tali kapal, gaya tersebut tidak berhenti pada badan bollard, tetapi diteruskan melalui sistem anchor menuju struktur dermaga.
Karena itu, anchor tidak sebaiknya dipandang sebagai aksesori tambahan yang bisa dipilih terpisah tanpa mempertimbangkan bollard dan struktur.
Ukuran anchor, jumlah anchor, konfigurasi lubang, kedalaman penanaman, detail base, serta hubungan dengan struktur beton perlu mengikuti desain pemasangan yang sesuai.
Pada beberapa desain Tee Bollard, sistem pemasangan dapat berupa cast-in mounting atau bolt-on mounting, sehingga detail pemasangannya dapat berbeda antara satu produk dan produk lainnya.
Pemasangan Tee Bollard pada Dermaga Baru
Pada dermaga baru, pemasangan bollard relatif lebih mudah direncanakan karena struktur masih berada dalam tahap desain atau konstruksi.
Posisi bollard dapat ditentukan berdasarkan konfigurasi mooring kapal. Setelah posisi ditentukan, detail base dan anchor dapat disiapkan sehingga bollard dapat terhubung dengan struktur dermaga.
Hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- posisi Tee Bollard;
- dimensi base;
- pola dan jumlah anchor;
- ukuran anchor;
- elevasi pemasangan;
- detail tulangan di sekitar anchor;
- kekuatan struktur beton;
- serta ruang kerja untuk pemasangan dan maintenance.
Yang perlu ditekankan adalah anchor tidak hanya dipasang pada beton secara sembarang.
Anchor harus menjadi bagian dari sistem transfer beban yang direncanakan. Pada struktur baru, detail tersebut idealnya mengikuti drawing struktur dan detail bollard yang telah disetujui.
Penggantian Tee Bollard Existing
Pekerjaan penggantian memiliki karakter yang berbeda.
Misalnya, sebuah Tee Bollard lama mengalami kerusakan atau sudah membutuhkan penggantian. Secara sederhana mungkin terlihat bahwa pekerjaan tersebut hanya perlu melepas bollard lama kemudian memasang bollard baru.
Namun, kondisi sebenarnya dapat lebih kompleks.
Lubang anchor yang sudah tersedia belum tentu sesuai dengan bollard baru. Ukuran base bisa berbeda. Posisi lubang anchor bisa bergeser. Bahkan kondisi beton di sekitar anchor dapat mengalami kerusakan setelah bertahun-tahun menerima beban dan paparan lingkungan.
Untuk penggantian, posisi lubang anchor bollard baru perlu diperhatikan terhadap lubang existing, dan anchor lama dapat dipertimbangkan kembali apabila kondisinya masih layak.
Namun, keputusan untuk menggunakan kembali anchor existing sebaiknya tidak hanya berdasarkan apakah anchor tersebut “masih terlihat bagus”.
Kondisi aktual anchor dan struktur pendukung perlu diperiksa sesuai kebutuhan pekerjaan dan spesifikasi teknis.

Pemeriksaan Sebelum Mengganti Bollard
Sebelum melakukan pengadaan Tee Bollard replacement, ada baiknya informasi kondisi existing dikumpulkan terlebih dahulu.
Beberapa data yang sangat membantu antara lain:
1. Foto bollard existing
Foto dari atas dan beberapa sisi dapat memberikan gambaran bentuk serta kondisi fisik bollard.
2. Dimensi bollard
Ukur panjang, lebar, tinggi, dan dimensi base apabila memungkinkan.
3. Pola anchor
Jarak antar lubang anchor dan jumlah anchor dapat menjadi informasi penting untuk menentukan kompatibilitas produk pengganti.
4. Ukuran anchor
Diameter dan panjang anchor dapat membantu proses pengecekan lebih lanjut.
5. Kondisi beton
Perhatikan retak, pecah, keropos, atau kerusakan di sekitar area pemasangan.
6. Drawing existing
Jika tersedia, drawing akan sangat membantu dibandingkan hanya mengandalkan pengukuran di lapangan.
7. Kapasitas bollard yang dibutuhkan
Jangan hanya menyalin ukuran bollard lama. Pastikan kebutuhan kapasitas produk pengganti juga sesuai dengan kebutuhan fasilitas.
Dengan data tersebut, supplier dapat melakukan pengecekan lebih baik sebelum memberikan penawaran.
Apakah Anchor Bollard Bisa Menggunakan Anchor Lama?
Pertanyaan ini cukup sering muncul pada pekerjaan replacement.
Jawabannya tidak bisa dibuat sederhana menjadi “bisa” atau “tidak bisa”.
Jika bollard baru memiliki konfigurasi pemasangan yang sama dengan bollard existing dan kondisi anchor serta struktur pendukung masih memenuhi persyaratan pekerjaan, anchor existing mungkin dapat dipertimbangkan untuk digunakan kembali.
Sebaliknya, apabila pola lubang berbeda, anchor mengalami kerusakan, atau kondisi struktur di sekitarnya tidak memenuhi kebutuhan, maka diperlukan penyesuaian atau pemasangan sistem anchor baru.
Anchor lama dapat digunakan apabila kondisinya masih baik, sementara kebutuhan anchor baru dapat dipertimbangkan untuk mempercepat proses pekerjaan.
Karena itu, untuk pekerjaan replacement, drawing dan kondisi existing merupakan informasi yang sangat berharga.
Jangan Menentukan Bollard Hanya dari Berat Kapal
Salah satu kesalahan yang mungkin terjadi dalam menentukan bollard adalah menggunakan berat kapal sebagai satu-satunya dasar.
Misalnya:
“Kapalnya 5.000 ton, berarti bollard harus 5.000 ton.”
Cara berpikir tersebut terlalu sederhana.
Bollard menerima gaya dari sistem mooring, bukan sekadar “berat kapal”. Besarnya gaya dipengaruhi oleh berbagai kondisi, termasuk karakteristik kapal, konfigurasi tali, sudut tali, kondisi lingkungan, dan pengaturan sistem tambat.
Karena itu, kebutuhan kapasitas bollard sebaiknya mengacu pada perhitungan atau spesifikasi desain sistem mooring.
PIANC dalam panduan mooring kapal besar juga menekankan pentingnya melihat sistem mooring secara keseluruhan, termasuk bollard, mooring line, kondisi lingkungan, dan konfigurasi sistem.
Pendekatan ini jauh lebih aman dibandingkan menentukan kapasitas hanya berdasarkan ukuran kapal.
Harga Tee Bollard
Setelah membahas fungsi dan spesifikasinya, pertanyaan berikutnya biasanya adalah:
“Berapa harga Tee Bollard?”
Harga Tee Bollard tidak memiliki satu angka yang berlaku untuk semua ukuran.
Perbedaan kapasitas, dimensi, material, berat, detail anchor, jumlah pemesanan, finishing, serta kebutuhan pemasangan dapat memengaruhi harga akhir.
Tergantung ukuran dan spesifikasi bollard, Karena harga produk dapat berubah mengikuti spesifikasi dan kondisi pengadaan, angka tersebut sebaiknya diperlakukan sebagai informasi indikatif dari artikel lama, bukan price list yang berlaku secara tetap.
Untuk mendapatkan harga yang lebih relevan, permintaan quotation sebaiknya tidak hanya menuliskan:
“Mohon harga Tee Bollard.”
Akan jauh lebih membantu jika informasi yang diberikan sudah mencakup:
Tee Bollard – kapasitas 100 ton – qty 4 unit – untuk replacement existing – drawing terlampir.
Dengan informasi tersebut, supplier dapat memahami kebutuhan yang dimaksud dan menghitung penawaran berdasarkan spesifikasi yang lebih jelas.
Faktor yang Memengaruhi Harga Tee Bollard
Ada beberapa hal yang dapat membuat harga Tee Bollard berbeda antara satu kebutuhan dan kebutuhan lainnya.
Kapasitas
Semakin tinggi kapasitas yang dibutuhkan, umumnya dimensi dan kebutuhan material produk juga dapat berubah.
Dimensi dan Berat
Produk yang lebih besar membutuhkan material, handling, dan transportasi yang berbeda.
Material
Spesifikasi material yang diminta dapat memengaruhi proses produksi dan harga.
Anchor Bolt
Apabila kebutuhan pengadaan mencakup anchor bolt atau sistem pemasangan tertentu, harga dapat berbeda dibandingkan pembelian bollard saja.
Finishing atau Coating
Spesifikasi perlindungan permukaan dapat memengaruhi biaya produk, terutama bila terdapat persyaratan khusus dari owner atau konsultan.
Quantity
Jumlah unit juga dapat menjadi faktor dalam penawaran, terutama untuk kebutuhan pengadaan dalam jumlah besar.
Pengiriman
Lokasi proyek atau lokasi pengiriman akan memengaruhi biaya logistik dan handling.
Karena itu, dua permintaan dengan nama produk yang sama—misalnya Tee Bollard 100 Ton—belum tentu mempunyai harga yang sama.

Apa Saja yang Sebaiknya Ditanyakan kepada Supplier?
Jika Anda sedang melakukan pengadaan Tee Bollard, beberapa pertanyaan berikut dapat membantu menghindari kesalahpahaman:
“Berapa kapasitas/SWL Tee Bollard?”
Pastikan angka kapasitas yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan.
“Material yang digunakan apa?”
Minta material sesuai spesifikasi yang dibutuhkan.
“Berapa dimensi dan berat per unit?”
Informasi ini penting untuk pengecekan ruang pemasangan, handling, dan pengiriman.
“Bagaimana detail anchor-nya?”
Terutama untuk replacement, tanyakan kesesuaian dengan anchor existing.
“Apakah drawing tersedia?”
Drawing akan sangat membantu untuk pengecekan teknis sebelum produksi atau pemasangan.
“Apakah harga sudah termasuk anchor?”
Jangan berasumsi anchor otomatis termasuk dalam harga bollard.
“Apakah harga sudah termasuk pengiriman?”
Hal ini perlu diperjelas sejak awal agar quotation dapat dibandingkan secara apple-to-apple.
Memilih Tee Bollard untuk Dermaga
Pada akhirnya, memilih Tee Bollard bukan sekadar mencari produk dengan kapasitas paling tinggi atau harga paling rendah.
Ada beberapa pertanyaan yang lebih penting untuk dijawab terlebih dahulu:
Untuk fasilitas apa bollard tersebut digunakan?
Dermaga umum, jetty industri, ferry terminal, container terminal, maupun fasilitas lainnya dapat memiliki kebutuhan yang berbeda.
Berapa kebutuhan kapasitasnya?
Kapasitas perlu mengikuti kebutuhan sistem mooring dan spesifikasi desain.
Apakah ini pemasangan baru atau replacement?
Keduanya membutuhkan pendekatan yang berbeda.
Bagaimana kondisi struktur existing?
Khusus replacement, kondisi beton dan anchor perlu diperhatikan.
Apakah tersedia drawing?
Drawing akan membantu supplier memahami dimensi dan konfigurasi pemasangan.
Apakah anchor termasuk dalam pengadaan?
Hal ini perlu diperjelas agar lingkup supply tidak berbeda antara pihak-pihak yang terlibat.
Mengapa Drawing Penting Saat Memesan Tee Bollard?
Dalam pekerjaan marine, satu nama produk belum tentu cukup untuk menggambarkan kebutuhan sebenarnya.
Contohnya adalah permintaan:
“Tee Bollard 100 ton, 4 unit.”
Informasi tersebut sudah memberikan jenis dan kapasitas, tetapi belum menjelaskan dimensi, pola anchor, material, finishing, serta kondisi pemasangan.
Apabila tersedia drawing, supplier dapat melakukan pengecekan terhadap dimensi dan detail pemasangan sebelum memberikan penawaran.
Untuk pekerjaan replacement, bahkan foto existing yang disertai ukuran dapat sangat membantu apabila drawing lama sudah tidak tersedia.
Semakin lengkap informasi yang diberikan pada tahap awal, semakin kecil kemungkinan terjadi perbedaan interpretasi antara pihak pengadaan, supplier, engineer, dan tim pelaksana di lapangan.

Pengadaan Tee Bollard untuk Kebutuhan Dermaga
Mahameru Putra Mandiri Perkasa menyediakan berbagai kebutuhan produk untuk fasilitas pelabuhan dan infrastruktur, termasuk Tee Bollard, Curve Bollard, Staghorn Bollard, Bitt Bollard, anchor bolt, rubber fender, elastomeric bearing pad, rubber sheet, loading dock protection, deck drain, frontal frame, dan berbagai produk pendukung lainnya
Untuk kebutuhan Tee Bollard, pengadaan dapat dibahas berdasarkan kapasitas, ukuran, jumlah unit, spesifikasi material, detail pemasangan, serta kebutuhan lokasi.
Jika produk ditujukan untuk replacement, sebaiknya sertakan foto atau drawing bollard existing. Dengan begitu, kebutuhan produk dapat dibahas lebih spesifik daripada hanya berdasarkan nama dan kapasitas.
Mahameru juga mencantumkan dukungan pengadaan untuk kebutuhan di berbagai wilayah Indonesia pada artikel sebelumnya.
Hal yang Perlu Dihindari Saat Memilih Tee Bollard
Ada beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari.
Hanya melihat harga
Harga murah belum tentu berarti biaya keseluruhan lebih rendah apabila ternyata produk tidak sesuai dengan kebutuhan pemasangan.
Memilih kapasitas terbesar
Kapasitas lebih tinggi tidak otomatis membuat seluruh sistem menjadi lebih aman apabila struktur pendukung tidak dirancang untuk kebutuhan tersebut.
Mengabaikan anchor
Bollard dan anchor bekerja sebagai satu sistem. Detail pemasangan perlu diperhatikan sejak awal.
Menganggap semua Tee Bollard sama
Meskipun sama-sama disebut Tee Bollard, produk dapat memiliki perbedaan dimensi, material, kapasitas, mounting, dan detail konstruksi.
Tidak mengecek kondisi existing
Untuk replacement, kondisi bollard lama dan struktur di sekitarnya dapat memberikan informasi penting sebelum menentukan produk baru.
Tidak meminta drawing
Drawing membantu mengurangi risiko ketidaksesuaian antara produk yang dipesan dan kondisi pemasangan di lapangan.
Tee Bollard yang Tepat Dimulai dari Spesifikasi yang Tepat
Tee Bollard mungkin terlihat seperti komponen sederhana di atas lantai dermaga. Namun, ketika kapal sudah berada di sisi dermaga dan tali tambat mulai menerima beban, bollard menjadi salah satu bagian dari sistem yang harus bekerja bersama anchor dan struktur pendukungnya.
Karena itu, pemilihan Tee Bollard sebaiknya dimulai dari kebutuhan teknis, kemudian dilanjutkan dengan pengecekan produk, dimensi, kapasitas, material, dan sistem pemasangan.
Untuk pekerjaan baru, perencanaan dapat dilakukan sejak awal bersama desain struktur.
Untuk pekerjaan replacement, pemeriksaan existing menjadi langkah yang tidak kalah penting.
Dengan pendekatan tersebut, proses pengadaan tidak hanya menghasilkan produk yang secara nama terlihat sesuai, tetapi juga lebih terarah terhadap kebutuhan penggunaan di lapangan.
FAQ Tee Bollard Dermaga
1. Apa itu Tee Bollard dermaga?
Tee Bollard adalah salah satu jenis bollard dermaga yang digunakan sebagai titik penambatan tali kapal. Namanya berasal dari bentuk bagian kepala bollard yang menyerupai huruf T. Bagian kepala yang melebar menjadi area tempat tali kapal ditambatkan sesuai konfigurasi mooring yang digunakan.
Tee Bollard tersedia dalam berbagai kapasitas dan dimensi sehingga pemilihannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan sistem tambat, kondisi fasilitas, serta detail pemasangan.
2. Apa fungsi Tee Bollard pada dermaga?
Fungsi utama Tee Bollard adalah sebagai titik tambat tali kapal ketika kapal berada di dermaga.
Tali tambat menghubungkan kapal dengan bollard, kemudian gaya yang diterima bollard diteruskan melalui sistem anchor menuju struktur dermaga. Karena itu, fungsi bollard tidak dapat dipisahkan dari anchor dan struktur pendukungnya.
Kapasitas bollard juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan sistem mooring, bukan hanya berdasarkan ukuran atau berat kapal.
3. Berapa kapasitas Tee Bollard yang tersedia?
Kapasitas Tee Bollard dapat berbeda-beda sesuai desain dan kebutuhan fasilitas.
Pada spesifikasi yang tercantum dalam artikel Mahameru sebelumnya, terdapat beberapa rentang kapasitas, yaitu 10–15 ton, 15–25 ton, 30–50 ton, 50–80 ton, 75–100 ton, 100–150 ton, dan 150–200 ton.
Kapasitas aktual yang diperlukan sebaiknya ditentukan berdasarkan kebutuhan sistem mooring dan spesifikasi teknis fasilitas.
4. Apa perbedaan Tee Bollard dengan Bitt, Curve, dan Staghorn Bollard?
Perbedaan utamanya terdapat pada bentuk kepala dan karakter konfigurasi penambatan tali.
Bitt Bollard memiliki bentuk yang lebih sederhana dan vertikal. Curve atau Harbour Bollard memiliki kepala yang melengkung, sedangkan Staghorn Bollard mempunyai bentuk bercabang menyerupai tanduk.
Tee Bollard memiliki kepala yang melebar ke kedua sisi seperti huruf T.
Keempat tipe tersebut memiliki fungsi dasar yang sama sebagai titik tambat kapal, tetapi bentuk dan spesifikasinya dapat membuat masing-masing lebih sesuai untuk konfigurasi fasilitas tertentu.
5. Apakah Tee Bollard bisa digunakan untuk mengganti bollard existing?
Bisa, tetapi perlu dilakukan pengecekan terlebih dahulu.
Pada pekerjaan replacement, hal yang perlu diperiksa antara lain dimensi bollard lama, kapasitas yang dibutuhkan, pola anchor, ukuran anchor, kondisi beton, serta ruang pemasangan.
Jika bollard baru memiliki pola pemasangan yang berbeda, mungkin diperlukan penyesuaian pada sistem anchor. Sementara itu, anchor existing hanya dapat dipertimbangkan untuk digunakan kembali apabila kondisinya sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.
Karena itu, foto, ukuran, dan terutama drawing bollard existing akan sangat membantu dalam proses penentuan produk pengganti.
6. Apa saja informasi yang dibutuhkan untuk meminta harga Tee Bollard?
Untuk mendapatkan penawaran yang lebih sesuai, informasi yang sebaiknya disiapkan antara lain:
- tipe bollard;
- kapasitas/SWL;
- jumlah unit;
- material;
- dimensi atau drawing;
- detail anchor;
- kebutuhan finishing atau coating;
- lokasi pengiriman;
- serta informasi apakah produk digunakan untuk pemasangan baru atau replacement.
Untuk replacement, foto dan drawing existing akan sangat membantu.
Dengan data tersebut, penawaran dapat dibuat berdasarkan kebutuhan yang lebih jelas sehingga mengurangi risiko perbedaan spesifikasi antara produk yang ditawarkan dengan kondisi di lapangan.
Mahameru Putra Mandiri Perkasa (MPM Perkasa)
Kami Mahameru Putra Mandiri Perkasa (MPM Perkasa) merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang industri karet konstruksi serta aksesoris pelabuhan. Kami memproduksi segala jenis produk karet yang beragam dengan kualitas material serta harga yang kompetitif.
Produk yang kami tawarkan dari rubber fender, rubber fender v, rubber fender d, rubber fender m, rubber fender cell, rubber fender cone, rubber fender cylinder, rubber fender square, bantalan jembatan / elastomeric bearing pad, rubber sheet, karet bumper, pelindung loading dock, asphaltic plug binder, deck drain cast iron jembatan, frontal frame fender, bollard dermaga, bitt bollard dermaga, curve bollard dermaga, tee bollard dermaga, expansion joint(karet dilatasi) hingga anchor bolt galvanis.
Kami Mahameru Putra Mandiri Perkasa selalu berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen.
Account Rekening atas nama Perusahaan (bukan atas nama pribadi). Sehingga menjamin keamanan setiap transaksi dengan konsumen.
Informasi dan permintaan penawaran harga terbaik hubungi kami :
Contact
Email : mahameruputramandiri@gmail.com
Instagram : mpmperkasa.official
WhatsApp : 0822-4592-3265
-Fajar Achmadi-




